MONTFORTAN INDONESIA

Kawanan Kecil yang Berziarah dalam semangat Santo Montfort, untuk Membaharui Iman Kristiani dan Menjadi Berkat bagi Dunia

Visi Misi SMM Indonesia

Pendidikan

Pendidikan Montfort

 Pada umur 12 tahun Montfort menjadi seorang pemuda yang kuat dan cepat matang disertai bakat-bakat intelektual yang besar. Di dekat rumahnya di Kota Rennes ada sekolah yang bernama St. Thomas Becket. Sekolah ini dikelola para Jesuit. Dia akrab sekali dengan seorang profesor yang mengajar ilmu sastra, yaitu Pater Camus. Selama sekolah Montfort tidak meninggalkan kehidupan doa dan kerja dan karenanya tidak tetarik untuk pergi ke tempat hiburan. Dia menggunakan waktunya untuk belajar dan menyelesaikan tugas rumah. Sebelum pergi sekolah dan sepulang sekolah, dia selalu mempersembahkan dirinya kepada Bunda Maria. Dia mengikuti kegiatan-kegiatan Persaudaraan St. Maria yang dihormati di sekolah-sekolah Jesuit. Kehidupan devosional yang demikian membuat dia berani untuk menentang semua percakapan dan sikap yang bertolak belakang dengan sikap sopan santun dan pendidikan yang sehat. Karena sikapnya yang demikian, dia sangat dihormati teman-temannya dan menjadi figure teladan. Ketika kembali ke rumah ia menjadi “guru” untuk adik-adiknya. Ia mengajar adik-adiknya belajar membaca dan menulis dan katekismus.

Selama studi Montfort mengasimilasi dengan baik ajaran imam suci yang mengajar maupun yang dengan cara tertentu terkait dengan Kolose tempat ia sekolah. Terutama keempat orang imam ini: P. Philipe Descartes, P. Prevost, Francois Gilbert dan Julien Bellier. Dari relasi dengan keempat tokoh ini tumbuh dalam diri Montfort tiga hal yang kemudian akan menandai seluruh hidupnya: pertama, kasih dan kepedulian terhadap orang miskin dan sakit; kedua, kasih dan devosi yang hangat kepada bunda Maria; ketiga, kasih dan gairah untuk karya misi. Dalam pencarian spiritual selama masa-masa studi di Rennes ini, ia lalu tiba pada keputusan untuk menjadi imam. Inilah yang dirasakannya sebagai panggilan hidupnya yang pasti. Maka setelah selesai studinya di Rennes, pada usia 20 tahun (1692) ia berangkat ke Paris untuk memasuki Seminari Tinggi St. Sulpice.

Sejak 1692 hingga 1700 Montfort menjadi mahasiswa di Semianri Sant-Sulpice, sebuah seminari tinggi bnafit untuk pendidikan calon imam yang didirikan oleh Jean-Jacques Olier pada tahun 1642. Seminari ini terbagi atas Saint Sulpice besar menampung anak-anak bangsawan dan Saint Sulpice kecil menampung para semianris dari kaum kecil dan miskin. Montfort masuk dalam Seminari Saint Sulpice kecil. Selama tinggal di komunitas ini, untuk memperoleh tambahan biaya bagi hidupnya di seminari, Montfort terlihat mengemis di jalan-jalan kota Paris, disamping sesekali menjaga begitu banyak jenasah yang memenuhi kamar-kamar mayat di rumah-rumah penampungan di kota Paris. Selain itu, selama di seminari, ia dituaskan oleh pembimbing rohaninya untuk: mengajar katekismus kepada orang-orang muda dan miskin di Saint-germain, menjadi pustakawan seminari dan menjadi saksi acara di Gereja Paroki St. Sulpice. Selama beberapa tahun ia mengikuti kuliah di Universitas Sorbonne. Bertugas sebagai pustakawan memberi kesempatan kepadanya untuk membaca baik berkaitan dengan buku-buku Marial, Pneumatologi, Kristologi-Trinitarian dan Eklesiologi, pendapat para Bapa Gereja dan Pujangga Gereja. Hasil bacaan-bacaan itu, dirangkumnya dalam Buku Catatan. Akhirnya, setelah delapan tahun belajar di Saint Sulpice, Montofrt ditahbiksan menjadi imam pada 5 Juni 1700.

SERIKAT MARIA MONTFORTAN-INDONESIA 2018 Frontier Theme