MONTFORTAN INDONESIA

Kawanan Kecil yang Berziarah dalam semangat Santo Montfort, untuk Membaharui Iman Kristiani dan Menjadi Berkat bagi Dunia

Visi Misi SMM Indonesia

Paroki St. Antonius Padua

Jumlah stasi: 10

Tahun berdiri: 1979

Para pastor yang pernah berkarya:

Jan Linssen, SMM (1939-1949)
Hub Reijnders, SMM (1947-1952)
Jan Linssen, SMM (1953-1958)
Hub Reijnders, SMM (1958-1976)
Aloysius J. Ding Ngo, SMM (1969-1994)
Mateus Rampai, Pr (1993-1996)
Hendrikus Ladjar, Pr (1996). Dari tahun 1996 sampai 2007, paroki ini dilayani oleh imam dari paroki putussibau).
Rafael Breok, SMM (2007-2011). Setelah Rafael Breok, paroki ini dikepalai oleh P. Yohanes Sumadi, SMM hingga saat ini. Sebulum ditahbiskan imam pada 16 Juni 2016, Diakon Rikardus Nsalu, SMM menjalani praktik dakonat ditempat ini. Frater TOP tahun kedua tahun 2016- Juni 2017 adalah Fr. Theodorus Meko Koten, SMM (selesai Juni 2017). Frater TOP tahun pertama (Agustus 2017-…) adalah Fr. Atanalia Jehamu, SMM.

 

Proyek Baru dan Besar di Mendalam

By Fr. Tedy Koten, SMM

Kalbar, Internos – Selamat berjumpa kembali para konfrater yang terkasih. Dari jauh kami anggota Komunitas SMM Mendalam mengucapkan salam hangat dan rindu buatmu semua. Kami ingin membagikan pengalaman terbaru kami di Paroki Antonius dari Padua Mendalam tentang proyek baru dan besar di Mendalam, yaitu pembangunan gedung gereja paroki yang baru. Mungkin banyak konfrater yang sudah mendengar atau tahu terlebih dahulu akan hal ini.

Pembangunan gereja paroki yang baru ini melalui proses yang cukup panjang dan sudah jauh hari direncanakan oleh Pastor Sumadi SMM, selaku pastor paroki, DPP, umat paroki, bapa uskup dan juga segelintir orang Mendalam yang berpengaruh dan memiliki kedudukan di Pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat. Rencana awalnya gereja Mendalam ini hanya direnovasi namun dengan pertimbangan kondisi bangunan yang sudah cukup tua maka akhirnya dibangun  yang baru.  Model gereja ini pun dirancang dengan memperhatikan unsur budaya setempat, yaitu seperti rumah betang/rumah panjang namun dengan konstruksi beton pada kerangka bangunan dan lainnya dengan kayu. Perkiraan dana yang diperlukan untuk pembangunan gereja ini adalah sekitar 9 Miliyar Rupiah. Sampai dengan saat ini Panitia Pembangunan baru mendapatkan 2 Miliyar Rupiah dari Pemerintah Provinsi Kalbar, dan dengan dana yang ada pembangunan sudah mulai dilakukan sejak bulan November 2016. Jika dana pembangunan ini cukup maka gereja ini dapat diselesaikan paling cepat selama tiga tahun. Semoga saja semuanya dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan perencanaan.

Sejak bulan November 2016, Umat Paroki Mendalam bergotong-royong mempersiapkan pembangunan. Semangat umat untuk bergotong-royong ini sungguh luar biasa. Mulai dari persiapan lahan tambahan di belakang gereja lama sampai pada pengangkutan batu dan pasir dari sungai dilakukan dengan gotong-royong. Sudah cukup banyak penghematan yang dilakukan karena sebagian besar pekerjaan terutama pengadaan bahan material dilakukan dengan gotong-royong. Setiap hari selalu ada gotong-royong dari salah satu stasi sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat oleh panitia pembangunan. 

Pembangunan ini secara resmi dimulai dengan upacara peletakan batu pertama oleh Mgr Agustinus Agus, Pr, Administrator Apostolik Keuskupan Sintang. Upacara peletakan batu pertama ini diselenggarkan pada tanggal 27 Februari 2017, yang diawali dengan ibadat dan pemberkatan. Hadir juga Ketua DPR Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Michael Kebing, tokoh-tokoh masyarakat Kayaan Putussibau dan Pontianak, Para Konfrater SMM; P. Marsel Ngebu dan ajudannya Fr. Roin dari Lanjing; P. Egis dan P. Dias dari Paroki Siut berserta asistennya, Fr. Njo; dari Komunitas Deo Soli: P. Ordi, P. Arifin dan P. Obeth, serta P. Ardus yang mewakili Paroki Putussibau.

Bapa Uskup sudah ada di Mendalam sejak hari Minggu sore, tanggal 26 Februari 2017. Hari Minggu pagi, bapa uskup merayakan ekaristi di Gereja Putussibau dan berpamitan dengan umat karena jabatannya sebagai administrator apostolik Keskupan Sintang akan berakhir dengan terpilihnya uskup baru Keuskupan Sintang. Hari Minggu sore itu, bapa uskup juga memimpin Perayaan Ekaristi dan berpamitan dengan umat di Gereja Mendalam. Dalam kotbahnya, bapa uskup mensharingkan pengalaman dikasihi oleh Tuhan dalam hidup dan tugasnya. Karena itu dia juga sangat yakin bahwa Tuhan juga tidak akan menutup mata dengan proyek pembangunan gereja mendalam ini. Gereja ini pasti akan selesai dan dan akan menjadi suatu kebanggaan bagi umat sendiri. Bapa uskup juga menyadarkan dan mengingatkan umat akan betapa pentingnya ‘memberi’. Bapa Uskup katakan: “memberi untuk orang belum tentu akan dibalas, tetapi kalau kita memberi untuk Tuhan, Tuhan pasti akan membalasnya”. Semoga pesan Bapa Uskup ini sungguh merasuk dalam diri umat Paroki Mendalam agar mereka semakin memberi dalam bentuk apa saja terutama untuk pembangunan gereja baru ini.

Sampai di sini dulu berita kami dari Mendalam, kami sangat mengharapkan dukungan dan doa dari konfrater semua agar pembangunan gereja ini dapat berjalan dengan lancar. Tuhan memberkati kita semua.

*Fr. Thedy Koten, SMM, Frater TOP II di Paroki Mendalam, Keuskupan Sintang

 

SERIKAT MARIA MONTFORTAN-INDONESIA 2018 Frontier Theme