MONTFORTAN INDONESIA

Kawanan Kecil yang Berziarah dalam semangat Santo Montfort, untuk Membaharui Iman Kristiani dan Menjadi Berkat bagi Dunia

Visi Misi SMM Indonesia

Paroki Maria Ratu Rosari Lebang

Jumlah stasi : 34

Tahun berdiri: 1979

Pastor yang pernah berkarya;

Piet Derckx, SMM
Kees Smit, SMM (1979-1995)
Budi Prayitno, Pr (1995-1994)
Ignasius Widodo, SMM (1994-1998)
Stefanus Seli, SMM (1998-2001)
Antonius Dwi Rahmanto Arifin, SMM (2001-2003)
Yohanes Sumadi, SMM (2003-2007)
Yohanes Suri, SMM (2007-2010)
Emanuel B. Ngatam, SMM
Yakobus Rua Bai, SMM (2010-2013)
Andreas Santoso, SMM (2011-…..).
Stefanus Musanai, SMM (2013-2016)
P. Marselinus Ngebu, SMM (sejak 2015-…)
P. Stefanus Leba, SMM (Sejak Juli 2017-….)

Frater TOP 2015: Fr. Timotius Sombang, SMM (Agustus 2015) dan mengundurkan diri tahun yang sama.

Frater TOP 2016 – Juni 2017: Fr. Bronislawa Saryono Nasredin, SMM (TOP I).

Frater TOP 2017 – ….. : Fr. Hironimus Harjon, SMM (TOP

Pastor lain yang pernah berkarya di sini:

Yan Ngumban, Pr
Marcadius Golo, SMM
Fransiskus Borgias Trihandoko, SMM

 

                                               CERITA DARI LANJING

Di tahun 2016 ini, Paroki Maria Ratu Rosari Lebang-Lanjing merayakan hari ulang tahunnya yang ke-37, tepatnya pada tanggal lan7 Oktober 2016. Dengan tema “IMAN YANG TUMBUH DAN BERKEMBANG DALAM KEANEKARAGAMAN BUDAYA”, para panitia HUT mulai merencanakan berbagai perlombaan yang dilaksanakan pada perayaan ulang tahun paroki. Jenis perlombaan yang terpilih adalah main egrang estafet, menyumpit, pangka gasing, main jaga, tari kreasi perikop Kitab Suci dan solo/vokal group Mars Paroki. Kemeriahan acaranya berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 7 Oktober 2016 sampai tanggal 9 Oktober 2016. Paroki Maria Ratu Rosari (PMRR) juga membuka berbagai stand pameran kerajinan tangan tradisional dari seluruh umat paroki Lebang. Kemeriahan acara ini sangat menggembirakan.

Jumat, 7 Oktober 2016
Hari pertama HUT PMRR dimulai dengan misa pembukaan yang dipimpin Rm. Santoso SMM, selaku pastor Paroki Maria Ratu Rosari Lebang. Lalu, Rm. Santoso, SMM memukul Gong serta bapak Kades Gembaraya menyumpit sebagai simbol sah dibukanya rangkaian HUT paroki. Tindakan simbolik itu disambut penuh antusias oleh seluruh umat PMRR.

Perlombaan sebagai bagian dari pesta dibuka dengan lomba menyumpit. Kemudian disusul dengan lomba pangka gasing. Stasi-stasi yang mengikuti perlombaan menyumpit dan gasing adalah Stasi Baning Panjang, Stasi Engkaras, Stasi Pelimping, Stasi Luyuk, Stasi Sepan Lebang, Stasi Ransi Panjang, Stasi Ransi Pendek, Kring St. Maria, Kring St. Yosep, Kring Tepian Taduh dan Stasi Hulu Mera. Para utusan dari stasi tersebut menampilkan gaya permainannya masing-masing. Pemenang lomba menyumpit adalah utusan dari Stasi Baning Panjang dan pemenang gasing adalah utusan dari Kring St. Maria. Mereka sangat lincah dan enjoy memainkan permainan tersebut. Aksi-aksi ekstrem mereka ditonton dengan penuh sorak dan tawa oleh umat, apalagi beberapa yang sedang berlomba mabuk, sehingga ketika menyumpit, pelurunya tidak mengenai sasaran.

Perlombaan di malam hari lebih meriah lagi. Perlombaannya adalah tari kreasi perikop Kitab Suci. Inilah malam yang dinantikan oleh umat separoki Lebang yakni menyaksikan pentas seni tari dari anak-anak yang diutus oleh stasi-stasi, di antaranya, Stasi Pelimping, Stasi Ransi Panjang, Stasi Ransi Pendek, Kring St. Maria, Kring St. Yosep, Luyuk dan Tepian Taduh. Perikop Kitab Suci yang dipilih untuk dijadikan tari kreasi adalah Matius 14:13-21, “Yesus memberi makan lima ribu orang” dan Lukas 16:19-31, “Orang Kaya dan Lazarus yang miskin”. Para juri sulit menentukan siapa pemenang lomba tari karena mereka menampilkan tarian yang begitu indah. Penampilan mereka sangat aduhai. Bahkan para penonton tak berkedip menyaksikan tarian indah mereka. Dibalik itu, sebenarnya terselip kerinduan tentang betapa pentingnya melestarikan tarian-tarian tradisional yang hampir hilang.

Sabtu, 8 Oktober 2016
Dihari kedua, perlombaan yang dilombakan adalah egrang estafet dan main jaga kategori anak-anak. Perlombaannya dimulai pada siang hari mengingat anak-anak sedang sekolah. Panitia mengisi “waktu kosong” itu dengan mempersiapkan arena perlombaan untuk anak-anak dan memajang piala-piala kemenangan. Sementara itu, sejak pagi stand-stand pameran kerajinan tangan dibuka untuk umum sehingga umat datang untuk sekadar melihat atau membeli beberapa di antaranya yang menarik. Memang banyak yang laku terjual.
Kini tibalah saatnya untuk melombakan egrang estafet dan main jaga. Anak-anak utusan dari stasi-stasi mulai berkumpul untuk mengikuti lomba. Begitu pula dengan para pendukungnya datang untuk menyaksikan anak-anak berlomba. Stasi-stasi yang mengikuti lomba egrang estafet dan main jaga adalah Stasi Pelimping, Engkaras, Luyuk, Sepan Lebang, Terumbuk, Tepian Taduh, Kring St. Maria, Kring St. Yosep, Ransi Panjang, Ransi Pendek, dan Baning Panjang. Perlombaan main jaga dibagi dalam dua kategori, yakni kategori SMP dan kategori SD. Sungguh, perlombaan berjalan seru sehingga memantik atensi penonton.

Perlombaan hari kedua dilanjutkan pada malam hari, yakni perlombaan solo/vokal group Mars Paroki hasil arransement Pak Timotius Sombang – mantan frater SMM yang pernah TOP di Lanjing. Umat sepertinya tidak sabar menunggu jalannya lomba tersebut. Namun, rasa penasaran dalam penantian itu, sedikit terganggu oleh perubahan cuaca. Angin bertiup kencang dan tak lama kemudian hujan lebat turun. Maka, para penjaga stand-stand pameran mengumpulkan barang pameran mereka dan mengamankannya di Pastoran. Tenda penonton hampir roboh karena atap terpal yang tidak kuat menahan banyaknya air hujan. Bahkan dinding kain tenda panggung berjatuhan karena angin kencang. Yang lain sibuk memindahkan alat-alat soundsystem ke pastoran. Yang menyedihkan listrik ikut padam.
Melihat situasinya demikian, para panitia mengadakan pertemuan singkat mengenai acara malam. Hasilnya, perlombaan ditunda ke hari berikutnya, yaitu hari Minggu malam disertai dengan pengumuman pemenang hasil lomba.

Minggu, 9 Oktober 2016
Inilah hari puncak perayaan HUT PMRR Lebang. Perayaan Ekaristi dimulai pada Pkl. 08.30 Wib dan umat dari stasi-stasi mulai berdatangan untuk mengikuti perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Santoso SMM. Banyak umat hadir dan jumlahnya kira-kira seribuan orang. Tidak mengherankan jika para ibu-ibu bagian konsumsi sibuk mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan konsumsi.
Pada misa puncak acara, khotbah dibawakan Rm. Markus. Dalam khotbahnya, beliau mengatakan bahwa sebagai umat Katolik, kita tidak hanya menampilkan budaya sebagai pancaran iman kita melainkan bagaimana dengan budaya tersebut, kita dapat menjalin relasi yang sehat dengan umat yang beragama lain. Karena iman yang tumbuh dan berkembang dalam keanekaragaman budaya sangat nampak apabila kita menampilkannya dalam berdialog dengan umat beragama lain. Umat sangat terkesan dengan khotbah Rm. Markus SMM dan mereka sadar bahwa Injil Kristus dihidupi bukan hanya lewat doa yang banyak, melainkan lewat pelayanan bagi sesama termasuk dengan umat beragama lain.

Setelah misa selesai, diadakan acara makan bersama sebagai rasa syukur atas hari ulangtahun yang ke-37 tahun. Meskipun cuaca pagi ini tidak begitu bersahabat, namun umat tetap bergembira merayakannya. Pembacaan pemenang perlombaan akan diadakan pada malam hari bertepatan dengan perlombaan vokal solo/group Mars Paroki. Semakin menambah penasaran bagi para peserta lomba akan siapa yang memenangkan lomba selama ini. Acara siang ini – setelah makan bersama – dilanjutkan dengan organ tunggal sampai malam setelah perlombaan vokal solo/group Mars Paroki berlangsung. Semuanya ikut berdendang dan bergoyang.

Acara puncakpun dimulai. Peserta lomba nyanyian solo dan vocal group menampilkan yang terbaik bagi umat, meski dalam kategori solo cuman tiga peserta dan vokal group berjumlah 4 kelompok. Umat begitu antusias menyaksikan lantunan Mars Paroki yang begitu indah. Malam itu, para peserta menampilkan diri dengan sangat baik dan mempesona. Kami menyebut lomba ini “Paroki Idol”. Mereka tampil di hadapan juri terbaik, yaitu Pak Andau (juri I) – seorang yang mahir dalam menyanyi dan membaca notasi lagu; Rm. Marselinus Ngebu, SMM (Juri II) – seorang yang mahir dalam menentukan ketepatan not dan keras-lembutnya menyanyi; dan juri III adalah juri tamu yang diundang khusus oleh panitia PMRR Lebang yakni Fr. Vian Wekin SMM, seorang yang mahir dalam barnyanyi dan juga penguasaan panggung bagi para peserta lomba. Lomba berjalan baik sampai akhir.

Kini tibalah saatnya membacakan pemenang perlombaan dan pembagian hadiah. Kategori menyumpit dimenangkan oleh Baning Panjang dan mendapat hadiah berupa bingkisan yang berisi indomie SEDAAP satu gardus. Juara II mendapat indomie Goreng satu gardus dan juara III mendapat indomie SAKURA satu gardus. Begitupun dengan juara dari kategori pangka gasing. Sedangkan kategori egrang estafet, main jaga, tari kreasi dan mars paroki mendapat piala bergilir. Ketegori egrang estafet dimenangkan oleh stasi Ransi panjang, kategori main jaga dimenangkan oleh st. Maria. Kategori tari kreasi dimenangkan oleh Tepian Taduh dan kategori solo dimenangkan oleh Ransi Pendek, serta vokal group dimenangkan oleh Kring St. Maria. Kemudian acara dilanjutkan dengan organ tunggal. Semakin banyak yang ikut bergoyang dan bergembira merayakan malam penutup HUT Paroki Maria Ratu Rosari Lebang.
Perayaan selama tiga hari memang melelahkan sekaligus menggembirakan. Melelahkan karena sibuk mempersiapkan segala sesuatu. Menggembirakan karena baru pertamakali mengadakan acara yang semeriah ini. Umat sangat senang dengan perayaan ini dan ingin mengadakan kembali di tahun yang akan datang. Namun perlu disadari bahwa, bukan hanya ketika mengadakan acara tersebut baru menyadari betapa pentingnya mengembangkan nilai budaya dan adat istiadat. Melainkan disadari sejak awal dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selamat ulangtahun Paroki Maria Ratu Rosari Lebang. Jaya selalu dan jadilah ratu sejati yang meneladani Maria Ratu Rosari kepada seluruh umat Paroki.

SERIKAT MARIA MONTFORTAN-INDONESIA 2018 Frontier Theme