MONTFORTAN INDONESIA

Kawanan Kecil yang Berziarah dalam semangat Santo Montfort, untuk Membaharui Iman Kristiani dan Menjadi Berkat bagi Dunia

Visi Misi SMM Indonesia

Syarat Pembaktian Diri

SYARAT-SYARAT UNTUK MELAKUKAN 

PEMBAKTIAN DIRI KEPADA TUHAN YESUS MELALUI MARIA MENURUT AJARAN SANTO MONTFORT.

 PEMBAKTIAN DIRI

Syarat-syarat untuk mengikuti Pembaktian Diri kepada Tuhan Yesus melalui Bunda Maria, menurut Santo Montfort adalah sebagai berikut:

  1. Mengikuti pertemuan atau melakukan permenungan yang diajarkan oleh Santo Montfort. Dalam Buku Bakti Sejati kepada Maria no 227-233. Montfort mengajarkan bahwa orang-orang yang ingin mengikuti pembaktian diri yang diajarkannya sekurang-kurangnya mengikuti:
    1. 12 pertemuan untuk membebaskan diri dari semangat duniawi yang bertentangan dengan semangat Yesus. (BS 227) [1]
    2. Setelah mengikuti 12 pertemuan ini, mereka mengikuti pertemuan 3 minggu berturut-turut. Minggu pertama, selama 6 hari, mereka merenungkan tentang pengenalan akan diri mereka sendiri dan penyesalan atas dosa. Hal ini dilakukan dengan semangat kerendahan hati. (BS 228) Minggu kedua, mereka merenungkan pengenalan akan Perawan Suci Bunda Maria dengan bantuan Roh Kudus. (BS 229) Minggu ketiga, mereka merenungkan pengenalan akan Yesus Kristus. (BS 230)
  2. Setelah mengikuti 30 pertemuan ini, pada minggu terakhir, mereka akan melakukan Pembaktian Diri. Sebelum pembaktian diri mereka mengaku dosamenyambut komuni dengan cara yang diberikan oleh Santo Montfort, yaitu doa sebelum, saat, dan sesudah komuni. Setelah itu mereka, mendoakan Doa Pembaktian Diri dan menandatangi naskah Pembaktian Diri ini. (BS 231)
  3. Setelah mereka mengucapkan Doa Pembaktian Diri dan menandatangani naskah Pembaktian Diri, mereka memberi persembahan kepada Yesus dan ibu-Nya yang suci ini sebagai silih atas ketidaksetiaan terhadap janji-janji pembaptisan. Persembahan harus diberi dengan rasa cinta dan kemampuan masing-masing orang yang ingin membaktikan diri. Persembahan ini bisa berupa:
      • Puasa dan matiraga.
      • Derma.
      • Sebatang lilin.
      • Kalaupun hanya mampu memberikan peniti (atau pin, jarum, lencana) tidak menjadi masalah. Asal mereka memberikan dengan penuh hati kepada Yesus. Itu sudah cukup karena Yesus memandang bukan materi pemberian tetapi ketulusan hati yang memberi. (BS 232)

PEMBAHARUAN PEMBAKTIAN DIRI

Setelah melakukan pembaktian diri, mereka sekurang-kurangnya, setiap tahun melakukan pembaharuan Pembaktian Diri. Sebelum pembaharuan Pembaktian Diri, mereka juga kembali melaksanakan praktik permenungan selama tiga minggu seperti yang mereka lakukan sebelum pembaktian diri ( Pengenalan Diri, Pengenalan Maria, dan Pengenalan Yesus)

  1. Setiap bulan bahkan setiap hari, mereka membaharui Pembaktian Diri dengan doa singkat. “Totus tuus ego sum et Omnia mea tua sunt” Ya Yesusku yang terkasih, aku seluruhnya milik-Mu dan seluruh milikku adalah milik-Mu, melalui Maria, ibu-Mu yang suci. (BS 233)

SURAT PERMOHONAN

UNTUK MEMBAKTIKAN DIRI KEPADA TUHAN YESUS MELALUI BUNDA MARIA

Syarat untuk Menjadi Anggota Kerabat Santo Montfort (KSM)

Hal: Permohonan untuk Membaktikan Diri.

Bandung,……………………………………..

Kepada Yth.

  1. …………………………, SMM

Pembimbing Rohani Nasional

                Kerabat Santo Montfort (KSM)

di tempat

Dengan hormat,

Saya yang bertandatangan di bawah ini:

Nama                    :…………………………………………….…….………………

(resmi dan lengkap)

Alamat                  :………………………………………………….……………….

dengan ini mengajukan permohonan kepada pastor agar diperkenankan melakukan Pembaktian Diri kepada Yesus Kristus, Kebijaksanaan Abadi, yang menjelma melalui Perawan Maria, seperti yang diajarkan Santo Louis-Marie Grignion de Montfort. Melalui tindakan ini saya akan dicatat secara resmi sebagai anggota Kerabat Santo Montfort (KSM), yang saya pilih untuk menyertai perjalanan hidup rohaniku. Dalam rangka menghayati dengan sepenuh hati Pembaktian Diri ini, saya telah mengikuti “ziarah rohani” Totus Tuus di bawah bimbingan para pastor Montfortan (SMM).

Adapun motivasi saya melakukan Pembaktian Diri ini adalah agar semakin setia lagi, lebih dari sebelumnya, dalam menghayati janji-janji Baptis yang telah diikrarkan, sehingga akan lebih baik lagi menjalani hidup sebagai saksi kebenaran Injil. Hal itu dimungkinkan karena, dalam ketaatan kepada bimbingan Roh Kudus dan dalam iman akan Yesus, saya menerima Maria dengan sadar sebagai bunda rohaniku, yang kepada pemeliharaan bundawinya aku menyerahkan diri, sehingga semakin setia lagi kepada Roh Kudus dan bersatu semakin mesra lagi dengan Kristus Yesus, demi kemuliaan Bapa. Semoga Santo Montfort – pemandu dan pembimbing rohani saya – menolong saya dengan doa-doanya untuk dengan setia menghayati Pembaktian Diri saya ini.

Demikian permohonan saya, terima kasih atas perhatian dan dukungan pastor.

Hormat saya,

(……………………………………………..)

nama lengkap (resmi) dan tanda tangan

“Kalau bakti kepada Perawan suci perlu untuk semua orang, kendatipun hanya untuk mengusahakan keselamatan mereka, maka dengan alasan yang lebih banyak lagi, hal ini akan berlaku bagi mereka yang terpanggil kepada suatu kesempurnaan khusus. Saya tidak percaya, bahwa seorang dapat memperoleh persatuan yang mesra dengan Tuhan dan kesetiaan yang sempurna kepada Roh Kudus, apabila ia tidak berhubungan secara sungguh-sungguh dengan Perawan tersuci dan bergantung sepenuhnya pada bantuan wanita ini” (St. Montfort, Bakti Sejati kepada Maria, 43)

[1] Mengapa 12 pertemuan, tidak dikatakan oleh santo Montfort. Bisa jadi Santo Montfort mengacuh pada 12 keutamaan Bunda Maria seperti yang ditulis dalam BS.