REKOLEKSI DAN UPACARA PEMBAKTIAN DIRI PMRSH PUTUSSIBAU

Pada tanggal 24 Maret 2021, Persekutuan Maria Ratu Segala Hati (PMRSH) Putussibau mengadakan rekoleksi Bersama. Rekoleksi ini diadakan di ruang rekreasi Rumah Misi Biara Deo Soli. Kegiatan dimulai pkl. 16.00 WIB. Rekoleksi ini dibawakan oleh Pater Rafael, SMM dengan mengambil tema “Maria Di Bawah Kaki Salib”. Tema ini diambil dalam nuansa masa Prapaskah dan sekaligus persiapan batin para anggota PMRSH yang akan membaktikan diri dan sekaligus  menyongsong Hari Raya kabar Sukacita (25 Maret 2021). Tema ini seakan kedengaran aneh. Sebab peristiwa kabar sukacita adalah kabar gembira; kabar bahagia untuk seluruh umat manusia dimana Putra Allah menjelma menjadi manusia dalam rahim Maria. Sedangkan Maria di bawah kaki salib Yesus merupakan peristiwa tragis, sedih karena Maria menyaksikan dan mengalami Putranya dipaku di palang penghinaan. Tidaklah aneh sebab jawaban “ya” Maria dalam peristiwa Kabar Sukacita yang diungkapkan secara ekspilisit, digemakan kembali dalam Ya Maria dalam menjadikannya sebagai Ibu dalam Gereja yang diwakili oleh Murid yang dikasihi-Nya: “Ibu, Inilah Anakmu.”

Dalam pemaparan materinya, Pater Rafael menekankan kepada para anggota PMRSH untuk belajar pada Bunda Maria yang berdiri di bawah kaki Salib Tuhan Yesus. Kehadiran Maria di hadapan peristiwa tragis Sang Putra. Sebuah kehadiran yang bersifat aktif. Ikut menderita bersama Yesus. Maria tidak hanya semata-mata menangis dan bersedih, seperti perasaan normal seorang ibu, akan tetapi Maria juga turut menderita. Di kaki salib inilah Maria mau menunjukkan kepada kita karakter iman Maria sebagai perawan yang terberkati dan model iman kristiani.

Di akhir rekoleksinya, Pater Rafael mengajak para anggota PMRSH untuk memaknai arti misioner pembaktian diri kita kepada Yesus melalui Maria artinya menjadi anak Maria dan memercayakan sepenuhnya diri kita kepada Maria maka semakin iman Maria yang rendah hati, lemah lembut, dan penuh semangat dalam ketaatan pada kehendak Allah dalam Kristus Putranya akan bertumbuh mekar dan berbuah dalam diri kita. Para anggota PMRSH diharapkan mampu meneladani Maria dalam pergumulan hidupnya sebagai seorang awam, anggota Gereja dan umat Allah di Parokinya. (P. Martinus Tamur, SMM).