PEMBAKTIAN DIRI ANGKATAN BARU PMRSH BANDUNG

Pembaktian diri menjadi bagian puncak dari ziarah Totus Tuus para umat Allah yang tergabung dalam Perserikatan Maria Ratu Segala Hati (PMRSH).  Kerinduan untuk dapat membaharui kembali ikrar pembaptisan  di hadapan Allah secara sadar adalah alasan mengapa pembaktian diri menjadi momen yang paling dinanti. Kali ini, momen yang membahagiakan tersebut dirasakan oleh keenam saudara dan saudari anggota PMRSH Regio Bandung  (Sdri. Lidwina Y. Winly, Vincentia N. Herliana, Irene L. Kumalasari, Maria G. S. Tandra, Christine A.D.M dan Ady T. Kresnawan). Kelompok ini awalnya berjumlah dua puluhan orang. Di tengah perjalanan ziarah totus tuus, beberapa dari antaranya tidak bisa melanjutkan ziarahnya karena berbagai alasan. Syukurlah keenam orang yang tersisa oleh karena besarnya  kemauan dan kerinduan untuk dapat membaktikan diri kepada Kristus melalui Maria memilih untuk bertahan.

Pembaktian diri kali ini  adalah salah satu momen yang sangat istimewa dalam catatan sejarah perjalanan PMRSH Regio Bandung. Selain karena dilakukan bertepatan dengan perayaan Maria Dikandung Tanpa Noda, tetapi terutama juga  karena dilakukan di tengah-tengah situasi pandemi covid-19. Pandemi ini yang mengharuskan upacara pembaktian diri para anggota PMRSH yang baru ini dilakukan dengan sangat sederhana. Tidak ada tamu undangan. Keluarga dan kerabat PMRSH yang lainnya pun tidak dilibatkan. Yang ikut menyaksikan  dan mendengar langsung ikrar pembaktian diri keenam kerabat PMRSH ini adalah para Pastor di komunitas Gunung Kencana dan pengurus regio PMRSH Bandung.  Namun syukurlah situasi seperti ini sama sekali tidak mengurangi antusiasme dan kekhusukan untuk mengikuti upacara dari awal hingga selesai.

Upacara pembaktian diri ini dipimpin oleh Pater  Anton Tensi, SMM. Dalam permenungannya,  beliau  mengingatkan serta menggarisbawahi  tentang alasan sekaligus tujuan pembaktian diri kepada Kristus melalui Maria. Bahwa pembaktian diri adalah sebuah jalan sukarela untuk menjadi hamba Maria. Jalan ini merupakan jalan yang suci, karena ia membawa kita menjadi semakin serupa dengan Kristus. Tugas berat seorang yang membaktikan diri kepada Kristus melalui Maria adalah bagaimana dia harus memeluk janji pembaktian diri ini sampai selama-lamanya.  

Kegembiraan dan sukacita pembaktian diri keenam anggota PMRSH yang baru ini semakin sempurna ketika resepsi sederhana dilakukan. Dalam kesempatan makan malam, salah seorang anggota PMRSH yang baru saja membaktikan diri  memberikan sambutan yang antara lain berisi curahan hati tentang kebahagiaan yang mereka temukan sebagai seorang anggota PMRSH. Sekaligus mereka berterima kasih kepada para romo SMM (terutama P. Anar, dan para pastor komunitas Gunung  Kencana) yang telah mendampingi mereka selama ziarah Totus Tu’us berlangsung. (Rm. Yohanes J. Jedabu, SMM).