SHARING MISI KOMUNITAS MENYURAI

P Wawan, SMM

Salam Internos… Semoga Tuhan senantiasa memberkati setiap pelayanan kita dimananpun kita bertugas. Dalam internos kali ini saya ingin mensharingkan kegiatan-kegiatan pastoral kami di komunitas SMM Menyurai Sintang, terutama dalam bulan Januari dan Februari 2020.

Komunitas Kecil

   Sejak 15 Januari 2020, Pastor Stef  berangkat ke paroki baru di keuskupan Pontianak sedangkan ketiga frater TOMM kembali ke Bandung untuk melanjutkan  tahap formasi mereka. Sedangkan Pastor Sumadi meskipun telah mendapat SK sebagai pemimpin komunitas Menyurai namun oleh karena kesibukannya sebagai dewan dan juga pengerjaan gereja di paroki Mendalam maka beliau belum bisa berada  di komunitas Menyurai.  Di rumah ini, saya hanya tinggal bersama Romo Gatot.

             Meskipun hanya berdua dengan Romo Gatot, permintaan pelayanan dari luar tidak berkurang. Tingginya permintaan misa lingkungan, pelayanan di stasi-stasi dalam paroki lain, dan  bahkan permintaan pelayanan untuk retret dan rekoleksi membuat kami berdua kewalahan.  Jumlah tim yang kecil sempat menjadi keberatan bagi kami untuk menerima setiap permintaan pelayanan itu. Akan tetapi kami berdua berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan sejauh umat membutuhkan.

Karena komitmen ini, maka sejak Januari bahkan sampai bulan Maret ini kami masih fokus dengan pelayanan-pelayanan ke sekolah-sekolah untuk memberikan retret dan rekoleksi.  Bahkan tak jarang kami menyebut diri kami sebagai komunitas dua rumah. Rumah yang pertama adalah rumah biara Montfort Menyurai tempat kami tinggal. Sedangkan rumah yang kedua adalah rumah retret Tumenggung Tukung Kelam. Disebut sebagai rumah kedua  oleh karena sebagian besar waktu kami lewati bersama peserta retret di tempat ini. Dalam Internos kali ini saya ingin membagikan pengalaman beberapa kegiatan yang kami lakukan selama ini.

Retret untuk Siswa-siswi Sekolah

Selama Januari sampai Februari ada beberapa sekolah yang mengadakan retret. Diantaranya SD Panca Setya 2 (7-8 Januari), SMP Panca Setya 2 (27-31 Januari), SMKN Kayan Hilir (24-25 Februari 2020), SMP Panca Setya 1 (27-29 Februari), dan SMKN 1 Kelam Permai (10-11 Maret). Semua kegiatan retret ini diselenggarakan di rumah retret Tumenggung Tukung, Kelam. Ini adalah rumah retret milik keuskupan yang dikelola para biarawati dari kongregasi Pasionis.  

Saya bersama pater Gatot memfasilitasi kegiatan retret ini. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan tersaji dalam banyak bentuk. Misalnya, konferensi-konferensi tematis, misa, pengakuan dosa, refleksi, sharing pengalaman, ibadat kreatif dan outbond. Tema-tema yang diberikan hanya seputar pengenalan diri, pembinaan kepribadian, kebanggaan sebagai orang Katolik serta mengarahkan siswa untuk mempersiapkan masa depan mereka.

Tantangan yang dialami dalam memberikan retret terutama sejak   Januari hingga Februari adalah keterbatasan tenaga fasilitator. Meski demikian, saya dan pater Gatot berusaha mengatasi semuanya. Tantangan lain adalah berhadapan dengan siswa yang tidak sepenuh hati mengikuti retret. Sekalipun demikian tantangannya, setiap kegiatan retret tetap dapat berjalan dengan lancar atas kerja sama dengan pihak sekolah dan para suster di rumah retret juga.

Misi Kaum Muda bersama KKMK

Saat ini tugas saya juga sebagai pendamping KKMK (Komunitas  Karyawan Muda Katolik). Komunitas ini adalah kumpulan orang-orang muda Katolik  yang  sudah bekerja. Saya melihat bahwa tiap mereka memiliki pengalaman hidup atau kekayaan rohani yang bisa mereka bagikan kepada sesamanya minimal kepada anak anak muda.

Beberapa kegiatan yang kami lakukan bersama sejak Januari hingga Maret adalah misi ke SMK Binakusuma Nanga Pinoh (15 Februari), misi untuk OMK Kelam dan Dedai (16 Februari), misi untuk siswa siswi Katolik SMPN 6 Sintang (dimulai tanggal 7 Maret, setiap hari Sabtu selama bulan Maret), misi untuk anak asrama St. Caecilia (8 Maret). Semua kegiatan ini merupakan inisiatif KKMK. Saya hanya memfasilitasi tempat dan sasaran misi.

Materi materi yang diberikan menyangkut banyak hal. Saya memberikan materi berkaitan dengan pembinaan iman dan hidup beragama. Sedangkan teman-teman KKMK yang lain memberikan materi sesuai dengan bidang kerjanya masing-masing misalnya tentang public speaking, pendidikan sexualitas untuk anak remaja dan kaum muda, manajemen keuangan, pengembangan bakat dan talenta, dan lain-lain.

Untuk rencana ke depan, kami sedang berpikir hendak melibatkan kelompok kategorial lainnya juga misalnya PMKRI (binaan pater Gatot), siswa siswi sekolah misi remaja (TSOM) milik keuskupan Sintang, terutama untuk misi misi pembinaan kaum muda. Selama bertugas di Sintang saya mengamati bahwa pembinaan kaum muda merupakan salah satu hal mendesak di Sintang.  Banyaknya kaum muda yang dengan mudah berpindah keyakinan ke agama lain hanya karena alasan pernikahan menunjukan betapa kualitas iman mereka masih rendah. Selain itu juga fenomena sex bebas dan gaya hidup yang tak pantas diakibatkan oleh karena banyaknya anak sekolah yang tinggal di kos-kos tanpa kendali orang tua atau kontrol sosial. Minimnya asrama-asrama dan menjamurnya kos-kosan bebas di kota sintang semakin memberi peluang bagi rendahnya kualitas hidup kaum muda. Karena hal inilah maka saya dan KKMK tergerak untuk memberi pembinaan kepada anak anak sekolah yang ada di sintang.

Penutup

Setiap karya tentunya hanya menjadi semakin berbuah karena rahmat Tuhan dan dukungan kita semua. Maka kami sangat mengharapkan dukungan doa dari para konfrater untuk karya kita bersama ini agar membawa berkat bagi sesama dan bagi kita. Mari saling mendoakan.@@@

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *