MONTFORTAN INDONESIA

Kawanan Kecil yang Berziarah dalam semangat Santo Montfort, untuk Membaharui Iman Kristiani dan Menjadi Berkat bagi Dunia

Taman Rosario Montfort: Tempat Berdoa yang Teduh

Fr. Rino Jeraman, SMM

Kabar mengenai taman rosario ini mungkin bukan berita baru lagi bagi sebagian dari kita, sebab ada begitu banyak postingan di media sosial baik dari warga Ponsa sendiri maupun dari umat yang berkunjung ke sini. Semua postingan itu tentu saja menampilkan pesona taman doa yang sangat indah dan mengagumkan. Tidak salah, karena memang demikianlah kenyataannya. Akan tetapi, sebagai warga komunitas, kami tentu saja lebih mengetahui perkembangan pembangunan taman rosario ini. Nah, situasi perkembangan inilah yang hendak saya gambarkan dalam tulisan berikut ini.

Pembangunan Taman Rosario

Pembangunan taman rosario tidak terlepas dari ide kreatif romo rektor Ponsa, Romo Gregorius Pasi, SMM. Dalam kotbahnya di hadapan warga Ponsa dan umat Sta. Clara dan St. Bernadus saat misa penutup bulan rosario pada tanggal 30 Oktober 2019, Romo Goris mengatakan bahwa rosario sesungguhnya berasal dari kata bahasa Latin “rosarium”, yang berarti ‘taman mawar”, berdoa rosario berarti kita mempersembahkan mawar-mawar kepada Bunda Maria di setiap doa Salam Maria yang kita ucapkan. Dari kontemplasinya mengenai konsep ini, Romo Goris kemudian membuat desain taman mawar benaran. Taman mawar inilah yang kemudian diberi nama “Taman Rosario Montfort”. Taman rosario ini dibangun di sebelah kanan lokasi Gua Maria Our Lady Of The Way.

            Taman rosario ini didesain dengan bentuk persegi panjang. Di setiap sudut persegi panjang ini, dibuatkan patung-patung kecil sesuai dengan empat peristiwa rosario: gembira, sedih, mulia, dan cahaya (tiap peristiwa memiliki lima rangkaian, sehingga jumlahnya dua puluh rangkaian). Bagian dalam persegi panjang ini dibuat  lingkaran “hati” manusia, atau juga sering disebut berbentuk simbol “love”. Sepanjang lingkaran hati ini, ditanam mawar-mawar yang dibuat dari semen dan dicat merah, seturut warna bunga mawar. Mawar- mawar ini berjumlah lima puluh, mengikuti rangkaian lima peristiwa. Di ujung lingkaran  mawar-mawar ini dilukiskan gambar Bunda Maria berbentuk bulatan di atas gipsum. Di bagian pusat taman ini dibuat salib horisontal, salib ini juga menjadi garis tengah dari taman rosario ini.

            Taman rosario dipercantik dengan pohon-pohon mahoni yang berdiri rindang di sekelilingnya. Juga bunga-bunga yang ditanam berkat karya tangan indahnya Fr. Jansen yang berkolaborasi dengan mantan ketua seksi dekor Ponsa, Fr. Ferdi Ngambut. Sentuhan tangan indah mereka inilah yang manambah kemolekan pada taman yang mungil ini. Di bagian bawah, di sebelah kanan pintu gerbang juga dibuat tulisan “liberos” yang didesain berbentuk taman juga. Di seputar taman ini ditanam bunga-bunga cantik karya tangan Fr. Firman dan Fr. Pius, yang juga tidak kalah menarik dan begitu memikat hati. Karena itu, di manapun Anda berada saat ini, dalam posisi apapun anda duduk atau berdiri, sejenaklah menatap ke Ponsa, bayangkanlah apa yang saya gambarkan tadi, sembari katakanlah ini: “luar biasa indahnya taman ini!”

Pengunjung Semakin Bertambah    

            Membayangkan Taman Rosario Montfort seperti taman kota mungkin akan berlebihan. Selain luas lahannya kecil, tujuan pembangunan juga bukan untuk memanjakan mata. Akan tetapi, harus diakui, desain taman rohani yang unik, yang diinspirasi oleh doa devosi kepada Bunda Maria ini mungkin yang pertama di Indonesia. Mungkin karena inilah, saat ini intensintas pengunjung ke Taman Rosario Montfort hampir setara dengan kunjungan ke tempat-tempat rohani di Jawa yang terkenal, seperti Sedangsono atau Rawaseneng.

Para pengunjung yang datang saat ini tidak hanya dari seputar Malang sebagaimana sebelumnya. Kunjungan perorangan dan kelompok-kelompok umat basis mulai berdatangan dari berbagai kota di seputar Jawa, dari Surabaya, Cirebon, Sidoarjo, Kediri, Semarang, Jakarta, dsb. Kunjungan mereka ini juga tidak terbatas pada saat bulan Mei atau bulan Oktober saja, tetapi sekarang ini hampir setiap hari, terutama pada hari-hari libur, Sabtu dan Minggu. Kunjungan kelompok-kelompok kerap juga mengikutsertakan Imam pendamping, Suster, atau Frater dan Bruder. Biasanya grup-grup seperti ini sekaligus merayakan ekaristi di Kapel Montfort, di Seminari. Ada juga beberapa kelompok yang meminta komunitas Ponsa untuk mensharingkan nilai-nilai spiritualitas Montfortan, terutama mengenai ikon-ikon, tulisan-tulisan dan patung-patung seputar gua dan seminari. Sejauh ini, Romo Rektor meminta kesediaan dari para frater tingkat II-IV untuk mendampingi kelompok-kelompok ini saat hari-hari libur.

Apa Kata Mereka

Baiklah saya menuliskan beberapa kesan pengunjung berdasarkan buku daftar pengunjung sejak bulan September 2019 lalu. Ibu Lidia, dari Jakarta Timur, dalam kujungan pada 12/10/2019, menuliskan kesan demikian: “tenang, bagus dibuat taman rosari di sini”. Pak Julian dari Surabaya, kunjungan pada 23/10/2019 menulis: “taman doa yang indah, teduh, sangat tenang dan menyenangkan”. Ada juga kunjungan kelompok, grup Maria Bintang Samudera Situbondo, dalam kunjungan pada 15/11/2019, memberi kesan singkat: “damai sejahtera”. Kelompok biarawan juga banyak yang berkunjung. Sr. Remigta, PRR, dkk., kunjungan pada 11/11/2019, menulis: “Sangat menyenangkan, situasi damai dan tenteram bersama Tuhan dan Bunda Maria”. Mayoritas pengunjung memberikan kesan yang bernada positif, walaupun ada juga semacam saran untuk tetap menjaga kebersihan, terutama menyapu daun-daun kering yang seringkali berserakan seputar taman. Untuk menjawabi saran terakhir ini, para frater yang bekerja di gua dan di taman rosario biasanya bekerja ekstra. Mereka kerap berkerja 15-30 menit saat sore atau pagi bila tidak ada kuliah, diluar kerja pos pada hari Kamis pagi dan Senin sore.

Masih terus Membangun

            Pembangunan dalam rangka melengkapi kehadiran taman rosario Montfort belum sepenuhnya rampung. Saat ini masih dalam pembuatan berbagai macam bentuk ikon dan patung di sekitarnya. Untuk menambah sedikit nuansa semacam “bird park”, di belakangnya sedang didirikan pondok untuk sarang burung. Tidak lupa pula, komunitas telah membuka dua toilet di samping pastoran untuk para pengunjung. Mereka bisa menggunakan kedua toilet ini melalui pintu yang baru dibuat di belakang pastoran. Mereka tidak lagi masuk melalui pintu utama atau menggunakan toilet dalam ruangan seminari saat jumlah pengunjung banyak, sehingga para pengunjung ini juga tidak mengganggu rutinitas harian para frater. Semua pembangunan ini tentu saja mendukung kehadiran taman Rosario Montfort dan juga Gua Maria. Berharap dengan sarana-sarana ini, umat semakin mengenal kekayaan spiritulitas kita para Montfortan untuk dijadikan “way of life” mereka dan menghantar mereka untuk semakin mengalami pengalaman persatuan dengan Kristus dalam hidup pribadi dan keluarga mereka. @@@

Updated: 08/02/2020 — 21:43

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SERIKAT MARIA MONTFORTAN INDONESIA 2020 Frontier Theme
Chat us