MONTFORTAN INDONESIA

Kawanan Kecil yang Berziarah dalam semangat Santo Montfort, untuk Membaharui Iman Kristiani dan Menjadi Berkat bagi Dunia

MOK Ponsa : MUTIARA BERHARGA

MUTIARA BERHARGA

Fr. Jansent, SMM

Hidup ini ibarat kumpulan coretan kata. Kata dikumpulkan menjadi sebuah cerita. Cerita dikumpulkan menjadi sebuah rentetan pengalaman berharga. Pengalaman berharga dikumpulkan menjadi sebuah pijakan hidup. Pijakan hidup dikumpulkan membuat kita mengerti bahwa hidup ini adalah kesempatan. Kesempatan adalah anugerah terbesar dari Allah. Anugerah tersebut macam-macam bentuknya, misalnya anugerah untuk hidup, berkenalan dan menjalin relasi dengan Allah dan  sesama, mengenal sesuatu yang baru, berdoa, bekerja, membantu orang lain, dibantu oleh orang lain, merasa disentuh oleh Allah, merasa diistemewakan oleh Allah, menjalani rahmat panggilan dan anugerah-anugerah lainnya, yang telah kita terima secara cuma-cuma dari Allah. Oleh karena itu, kita patut bersyukur atas rahmat Allah yang bekerja dalam diri kita masing-masing.

Kami 19 konfrater muda (2 bruder dan 17 frater) adalah anggota-anggota baru yang diterima secara sah dalam Serikat Maria Montfortan. Tanda pengesahan kami sebagai anggota keluarga baru dalam Serikat yakni dengan mengukuhkan janji kami di hadapan Allah untuk menghayati kaul-kaul kebiaraan (kemiskinan, ketaatan, dan kemurnian) dan menghayati cara hidup Yesus secara radikal dalam Perayaan Ekaristi Kaul Pertama yang dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2019 di Novisiat SMM, Ruteng, Manggarai. Ketika merefleksikan hal ini, kami 19 konfrater muda memandang diri kami sebagai sebuah rahmat yang diberikan oleh Allah kepada Serikat Maria Montfortan, untuk menjadikan kami pilar-pilar baru yang berkompeten dalam Serikat. Sedangkan, Serikat, bagi kami adalah rahmat yang diberikan oleh Allah kepada kami 19 konfrater muda sebagai ladang untuk menyemai, merawat dan menyuburkan rahmat panggilan sesuai semangat bapa pendiri Serikat Maria Montfortan yakni St. Montfort.

  • Seminari Tinggi PONSA (Pondok Kebijaksanaan)

Tempat ini adalah tempat impian setiap pribadi untuk menggapai mimpi. Mimpi dari para pemimpi untuk mengabdikan diri kepada Sang Ilahi. Ketika menginjakkan kaki di tempat ini, kami 19 konfrater muda seperti mengalami pengalaman yang dialami oleh Petrus, Yakobus dan Yohanes saat di atas Gunung Tabor, saat peristiwa Transfigurasi. Setiap pribadi mengatakan bahwa “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini!” (bdk. Mat 17:4). Inilah ungkapan hati terdalam dari setiap pribadi kami. Mengapa? Karena inilah impian kami untuk terus merajut mimpi kami menjadi seorang imam dan bruder dalam Serikat Maria Montfortan. Selain itu, karena tempat ini adalah rahim bagi kami untuk bertumbuh dalam beberapa aspek seperti, hidup doa, kepribadian, intelektual, kristiani dan pastoral. Jika dianalogikan, kami seperti Yesus saat berada di dalam kandungan Bunda Maria yang menemukan kebebasan, kesenangan, kegembiraan untuk tinggal dan diam menetap di sana.

Kami bersyukur bahwa di tempat ini kami memiliki konfrater yang sangat terbuka. Keramah-tamahan para konfrater  menjadi obat kami untuk merasa betah di rumah ini. Kendati kami adalah orang baru di rumah ini, kami tidak menjadi orang asing. Kami langsung merasa bahwa rumah beserta penghuninya adalah keluarga kami. Bagi kami, komunitas ini adalah keluarga yang diberikan oleh Allah berdasarkan Penyelenggaraan Ilahi.  Kami bersyukur bahwa kami diberi kesempatan oleh Tuhan untuk hidup dan merasakan tinggal bersama para konfrater dalam komunitas ini. Tanpa menunggu waktu yang lama, keakraban langsung terjalin di antara kami. Dalam rutinitas harian komunitas, kami cepat beradaptasi. Mulai dari bangun pagi,laudes,misa, sarapan, kerja harian, olahraga dan kegiatan- kegiatan lainnya. Kami mengikuti semua kegiatan-kegiatan tersebut dengan penuh sukacita.

  • MOK (Masa Orientasi Komunitas)

Ketika kami 19 konfrater muda telah berada seminggu dalam komunitas, kami mengikuti kegiatan MOK. Dalam hati kami masing-masing bertanya “Apa itu MOK?” Ketika mendapat penjelasan dari rektor seminari yaitu Rm. Goris, SMM, kami baru mengerti bahwa MOK adalah Masa Orientasi Komunitas. Kegiatan ini dilakukan selama seminggu (8Juli-14Juli 2019) bersama   para frater tingkat tiga (Fr.Alvin dan kawan-kawan) selaku panitia pelaksana beserta para formator. Pembukaan MOK didahului dengan misa yang dipimpin oleh Rm. Markus, SMM.  Dalam khotbahnya, beliau berpesan bahwa kami harus mulai mempersiapkan diri baik secara  fisik, hati dan mental untuk mulai menghadapi tantangan yang sedang menanti di depan kami.

Selama sepekan ini, kami peserta MOK memiliki jadwal khusus dari penyelenggara MOK. Kami digiring secara perlahan-lahan untuk mengenal kebiasaan- kebiasaan di komunitas. Selain itu, kami diajak untuk kerja tangan seperti membersihkan rumput liar, mengangkat pupuk,dan menyampul buku. Selain itu, setiap sore kami isi kegiatan dengan latihan bersepeda mengelilingi komunitas atau dengan olahraga bola kaki setelah menyiram tanaman (bunga) di taman. Dalam kegiatan ini pula, kami memiliki kesempatan untuk mendaftarkan diri ke STFT (Sekolah Tinggi Filsafat Teologi) Widya Sasana, Malang sebagai Ma Ba atau yang lebih dikenal sebagai mahasiswa baru. Ketika kami di STFT, kami bergembira ria karena apa yang menjadi khayalan kami selama ini akan segera terwujud. Setelah mendaftarkan diri dan melengkapi perlengkapan yang diminta, kami langsung pulang ke komunitas. Hari pertama itu, kami mandi keringat dan perasaan sukacita menggelayuti diri kami masing-masing.

            Petualangan kami terus berlanjut. Petualangan kali ini yakni search out. Dalam petualangan ini, kami dibagi kedalam beberapa kelompok. Tujuan dari kegiatan ini yakni untuk mengenal paroki-paroki terdekat dan tempat-tempat umum yang biasa dikunjungi oleh para frater SMM. Sarana yang kami gunakan dalam kegiatan ini adalah sepeda. Kami mulai kegiatan (berangkat dari komunitas) pkl.08.00 WIB dan selesai (tiba di komunitas) pkl. 14.30 WIB. Tempat tujuan kami adalah Paroki Leli, Paroki Belimbing, Paroki Kayu Tangan, Alun-Alun kota Malang,  Rumah Sakit Panti Waluyo, Paroki Lansep, Taman Slamet, dan Paroki Ijen. Bagi kami, ini merupakan pengalaman yang mengesankan untuk dicicipi. Selain karena menguras tenaga, butuh konsentrasi yang tinggi dalam mengendarai sepeda dan melatih kelincahan saat melakukan zig-zag di tengah-tengah kendaraaan yang ramai lalu-lalang.

Kegiatan kami yang terakhir dari kegiatan MOK yakni outbond. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 14 Juli 2019. Sebelum kegiatan ini, kami melakukan meditasi alam dan senam pagi. Kemudian sarapan dan dilanjutkan dengan masuk ke dalam kelompok yang telah dibagi. Kami masuk ke dalam kelompok hewan-hewan yang terkenal kelincahannya seperti harimau, kera dan kucing. Dalam kegiatan ini, kami bersukacita karena kami seperti terlempar kembali ke masa kecil kami yang suka bermain air. Selama permainan berlangsung, kami tertawa, kotor, basah kuyup oleh air kolam, menyusun strategi, jatuh-bangun, bekerja sama, dan menjaga kekompakan tim. Dari setiap stage yang kami lewati, kami diwawancarai oleh pemandu, misalnya perasaan apa yang muncul? Nilai apa yang di dapat dari permainan yang dimainkan? Jujur, ketika menyelesaikan tiap permainan kami merasa gembira karena kekompakan dan kerjasama kami dalam tim berhasil diuji. Dalam setiap permainan ini, bukan mencari siapa pemenangnya, melainkan mencari cara agar tiap tim mampu menyelesaikan game. Harus diakui bahwa setiap permainan yang dimainkan membutuhkan kekreatifan, kekompakan, kerjasama, kerendahan hati untuk saling mendengarkan dan semangat dari setiap anggota tim.

Setelah semua permainan dimainkan, kami para konfrater muda dan panitia MOK bergembira ria dengan mengubah tempat permainan sebagai arena goyang metekei. Penutup seluruh rangkaian kegiatan MOK dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Hedi, SMM pada sore harinya.

Dari seluruh rangkaian peristiwa yang telah kami lewati, kami para konfrater muda menyimpulkan bahwa hidup ini adalah kesempatan yang merupakan mutiara berharga dari Allah. Para konfrater, sekian cerita pengalaman dari kami “Kawanan Kecil Yang Menggelora”.

Updated: 24/08/2019 — 10:13

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SERIKAT MARIA MONTFORTAN INDONESIA 2019 Frontier Theme
Chat us