MONTFORTAN INDONESIA

Kawanan Kecil yang Berziarah dalam semangat Santo Montfort, untuk Membaharui Iman Kristiani dan Menjadi Berkat bagi Dunia

Peresmian dan Pemberkatan Rumah Aspiran SMM

P Marsel Lobi, SMM

Akhirnya impian itu terwujud.  Setelah  lima tahun sejak  menumpang pda rumah-rumah kontrakan, kini Aspiran SMM mempunyai rumah sendiri. Lima tahun menjadI masa-masa yang penuh keterbatasan karena begitu banyak alasan. Salah satunya adalah ruang gerak yang terbatas untuk melakukan aktifitas dan juga kreatifitas dan juga harus selalu siap untuk berkemas ketika masa kontrakan segera berakhir.  Bermula  pada tahun 2014 sejak terbentuknya tahapan baru formasi SMM Indonesia di Ruteng, yaitu masa Aspiran. Dua tahun pertama, rumah pembinaan yang baru terlahir ini bernaung di rumah kontrakan di Labe, Ruteng, tak jauh dari rumah Novisiat SMM.

Kemudian di tahun ketiga sejak berdirinya, rumah aspiran berpindah ke Labuhan bajo, Manggarai Barat, tepatnya  di Cowang Dereng.  

Selama dua tahun dengan dua angkatan yang berbeda, para aspiran menumpang di rumah sewaan dengan durasi  dua tahun ini. Setelah masa kontraknya selesai, pemilik rumah segera mengambil alih. Sementra itu, rumah pembinaan aspiran berpindah ke kompleks PLN lama, di desa Gorontalo, Labuhan Bajo.  Rumah tersebut adalah milik kongregasi suster SsPS.  Mereka  memperkenakan  rumahnya  untuk kontrak oleh SMM, selama kurang lebih 7 bulan, yakni dari bulan Juni 2018 hingga Desember 2018.  Tetapi karena rumah biara aspiran SMM yang berlokasi di Nggorang, belum kelar dibangun, maka  masa tinggal di rumah milik SsPs ini diperpanjang dua bulan berikutnya, yakni hingga Februari 2019.

Tepat pada tanggal 28 Februari 2019,  rumah kontrakan itu ditinggalkan.  Para aspiran dan formator menuju rumah sendiri di Nggorang.  Sejauh saat itu, rumah yang berlantai dua ini belum rampung secara total.  Hanya lantai duanya yang siap dipakai, sementara lantai dasar sedang dalam proses penyelesaian. Dalam kondisi seperti itu, rumah ini mulai ditempati sebagai rumah pembinaan aspiran yang permanen. Pada hari pertama untuk mulai ditempati, ada upacara adat yang dilakukan, yang dihadiri oleh beberapa tokoh adat dan para tukang yang sedang bekerja pada saat itu. Sementra proses pembinaan mulai berjalan di rumah yang belum rampung ini, pengerjaan di lantai satu tetap berjalan. Tentu juga, di lantai dua yang sudah mulai ditempati, masih ada  pengerjaan untuk beberapa bagian yang belum sempurna. Hari-hari itu para tukang bekerja begitu keras. Bahkan mereka bekerja hingga jam 11 malam hari.   Di bawah arahan Pater jack, SMM, para tukang itu bekerja sedemikian total, karena mengejar target penyelesaian  di akhir bulan April 2019.

Dan akhirnya perjalanan itu sampai pada titik tuju. Sehari sebelum perayaan puncak, yaitu  peresmian dan pemberkatan, diadakan sebuah ritus adat atas rumah baru ini. Tepatnya pada tanggal 29 April 2019, di malam hari pukul 7.30.  Ritus ini adalah ritus tradisonal yang menandai resminya sebuah rumah dihuni. Dalam bahasa manggarai,  ritus ini disebut  “ WE’E”.

Ritus yang dipimpin oleh Pemangku adat (Tu’a Golo) Nggorang, yang beragama Islam ini, dihadiri sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat sekitar Nggorang.  Di sinilah keindahan persaudaraan terungkapkan. Mereka yang sebagian besar beragama Islam ini, datang menghadiri ritus “WE’E” dengan membawa  sejumlah benda/barang, tanda cinta mereka tehadap SMM di Nggorang. Benda-benda itu berupa Beras, tikar, kain sarung, dan ayam serta sejumlah uang. Upacara ini berlangsung penuh dengan rasa kekeluragaan dan persaudaraan.

Selanjutnya, tanggal 30 April 2019, rumah Aspiran SMM ini, diresmikan dan diberkati dalam sebuah perayaan Ekaristi yang meriah dan anggun, penuh sukacita dan senyum kegembiraan.   Mgr.  Silverster san, Administrator Keuskupan Ruteng memimpin perayaan Ekaristi ini. Ia didampingi oleh sekitar 25 imam konselebran.

Sesaat sebelum Ekaritsi, peresmian rumah biara Aspiran SMM ini dilakukan, yang ditandai dengan pengguntingan pita di depan pintu utama rumah, pembukaan pintu, oleh Mgr. Silvester.

Kemudian disusul dengan penandatanganan pada prasasti oleh yang mulia Bapa Uskup, Pater Anton, SMM, selaku provisinsial SMM Indonesia, dan Bapak Agustinus Ch. Dula, sebagai Bupati Manggarai Barat.

Dalam perayaan Ekartsti yang dihadiri ribuan umat ini, Uskup Silvester mengingatkan betapa pentingnya kehadiran para misionaris melanjutkan karya pewartaan para rasul, dalam meneruskan misi  yang mereka terima dari Yesus Kristus. Para Montfortan merupakan bagian dari misionaris itu, yang  membawa kabar baik ke seluruh dunia, termasuk di Labuhan Bajo, khususnya di Nggorang. Karena itu, ia mengapresiasi kehadiran Montfortan di Labuhan Bajo  yang telah mengambil bagian dalam karya Gereja. Ia juga mengharapkan agar umat, khususnya di Nggorang, pada masa yang akan datang mengalami  kemajuan dan peningkatan dalam hidup menggeraja, berkat kehadairan SMM  di tengah-tengah mereka.

Bapak Bupati juga dalam kata sambutannya, mengungkapkan apsresiasinya atas kehadiran SMM, karena ia meyakini bahwa kehadiran para biarawan-biawarawati, khusus SMM, di Labuhan Bajo memberi dampak positif bagi masyarakat sekitarnya. Khusunya berkaitan dengan semangat persatuan dan persaudaraan sebagai  warga masyarakat yang hidup di dalam Negara Kesatuan Republik Indonsesi. Ia  mengharapkan bahwa kehadiran SMM juga membawa dampak  yang mempersatukan, menyebarkan nilai-nilai yang menumbuhkan keutuhan, persekutuan dan kerukunan, kedamaian, khususnya di Labuhan Bajo.

Pater Anton, SMM, dalam kata sambutanya juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras para tukang, dan juga untuk para konfrater di Labuhan bajo, secara khusus untuk Pater Jack, SMM yang menjadi Direktur pembangunan rumah Aspiran yang diberkati ini.

Upacara peresmian dan pemberkatan rumah aspiran ini berlangsung dengan baik dan penuh semarak.  Dihadiri ribuan umat yang datang bukan saja dari wilayah Labuhan Bajo, tetapi juga dari Ruteng. Upacara dimulai pada jam 4 sore hingga jam 6. 15. Ada sedikit mendung sebelumnya, khususnya di pagi hari. Tetapi tak ada hujan sepanjang upacara berlangsung. Juga selama perayaan usai misa berupa resepsi dan  acara-cara hiburan  di malam itu.

Pater Jeje, SMM, selaku Ketua Panitia perayaan, mengungkapkan terimakasih yang begitu besar atas kehadiran para undangan,khusus kepada Bapak Uskup dan Bapak Bupati yang bekenan hadir memenuhi permintaaan panitia. Juga berterimaksih kepada semua orang yang mengambil bagian dalam pembangunan rumah serta persiapan perayaan penuh sejarah ini. Dalam hal ini, khususnya Panitia perayaan yang bekerja keras mempersiapkan acara ini, yang tergabung dari berbagai kelompok umat yang sangat peduli dengan SMM di Labuhan Bajo, antara lain Umat dari 4 KBG wilah IV Paroki Wae Kesambi, Labuhan Bajo, dan juga 2 KBG yang bertetangga dengan rumah Biara Aspiran SMM di Nggorang. Usai semua kata sambutan, acara dilanjutkan dengan resepsi yang diringi dengan berbagai atraksi hiburan yang dibawakan oleh anak-anak muda dari labuhan bajo dan juga dari Ruteng. Tentu saja kemudian disusul dengan acara  joget ria bersama hingga pukul 12.00 malam.@@@

Updated: 20/05/2019 — 11:48

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SERIKAT MARIA MONTFORTAN INDONESIA 2019 Frontier Theme
Chat us