MONTFORTAN INDONESIA

Kawanan Kecil yang Berziarah dalam semangat Santo Montfort, untuk Membaharui Iman Kristiani dan Menjadi Berkat bagi Dunia

Perayaan Natal dan Tahun baru Komunitas Pondok Kebijaksanaan Malang

 

Perayaan Natal dan Tahun baru Komunitas Pondok Kebijaksanaan Malang

(Fr. Ferdyn Panggung)

 

            Komunitas Ponsa mengucapkan selamat Natal dan Tahun baru untuk semua konfrater yang ada di berbagai komunitas. Pada kesempatan kali ini, kami komunitas Ponsa mengisahkan moment Natal dan Tahun baru yang baru saja kita lalui. Persiapan natal kali ini diwarnai dengan situasi yang sedikit berbeda. Mengisi waktu yang cukup mepet, para frater bekerja dengan serius ( maklum, ujian baru selesai tanggal 23 Desember). Fr. Enos dkk, sibuk membersihkan lingkungan rumah, sedangkan Fr. Ferdy Kois dkk, mendekor kandang natal di berbagai tempat.

            Waktu untuk mengisi jam kerja cukup banyak, karena para frater tidak lagi mengisi jam kosong untuk rekreasi main kartu siang hari dan tidak ada lagi asap-asap kenikmatan bagi mereka yang mereka merokok, mengingat beberapa minggu sebelumnya Pater Propinsial mengeluarkan surat larangan untuk komunitas ponsa yang bebas asap rokok. Dengan demikian para frater juga dilarang untuk merokok. Akan tetapi, itu bukan alasan yang mendasar. Lebih dari itu, para frater ingin menyambut kedatangan Yesus dengan cara pemberian diri yang total.

Perayaan Malam Natal

            Perayaan malam Natal kurang lebih sama situasinya. Kapela Ponsa sebagian diisi oleh mahasiswa yang dari Flores, bahkan ada yang harus menikmati perayaan malam Natal dari luar kapela karena tempat di dalam kapel tidak cukup. Perayaan malam Natal sungguh sanggat meriah, diiringi suara merdu para frater yang dipimpin oleh Fr. Embit, dan renungan yang sangat mendalam Rm. Goris.

            Dalam renungannya, Rm. Goris menekankan besarnya makna cinta. Semuanya karena cinta. Allah yang begitu besar hadir dalam kekecilan manusia. Ia yang seutuhnya sempurna hadir dalam kesederhanaan dan keterbatasan manusia. Ia hadir dan makan bersama dengan orang berdosa walaupun Ia sendiri tidak berdosa. Ia hadir untuk menangis bersama orang yang menangis. Lagi-lagi, semuanya karena cinta. Pesan yang sama pula ia sampaikan kepada seluruh umat yang hadir supaya memaknai cinta dalam hidup sehari-hari.

            Seusai perayaan malam Natal, para frater dan para Romo saling membagi sukacita Natal. Seperti biasa, sukacita Natal itu diungkapkan dalam acara rekreasi bersama. Para frater dan semua umat yang hadir mengambil bagian dalam acara yang penuh sukacita itu. sambil menikmati snack yang disiapkan Fr. Damas dkk, kami semua dihibur dengan suara merdu dari Fr. Lyand dan dentuman gitar bas yang dimainkan oleh Fr. Kusno. Sederhana tapi meriah. Itulah makna Natal yang paling penting bagi kami komunitas Ponsa yaitu tidak pernah kehilangan sukacita.

Perayaan Menjelang Tahun Baru

            Tahun baru kali ini dimaknai secara berbeda oleh para frater dan para Romo di komunitas Ponsa. Para Romo ingin memaknai moment akhir tahun ini dengan situasi yang berbeda. Kami mengakhiri tahun 2018 dengan acara Triduum. Menarik. Tidak mau melewatkan moment akhir tahun ini dengan sia-sia. Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari, mulai tanggal 29-31. Kegiatannya tidak berlangsung lama hanya mengisi waktu satu jam, dari jam 08-09 pagi.

            Kegiatan hari pertama bersama dengan Rm. Melki. Rm. Melki mengulas tema Natal tahun ini yaitu   ”Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita”. Beliau kurang lebih membagikan kepada para frater apa yang menjadi pesan dari tema Natal tahun ini yaitu bagaimana kita memelihara alam semesta ini dengan dengan baik.  “Tanpa hikmat, sepuluh tahun dari sekarang keindahan pemandangan ini dapat hilang. Ketika orang tidak bijak memelihara alam semesta ciptaan Allah, maka alam sebagai anugerah Allah untuk memelihara kehidupan dapat menjadi bencana dan merusak kehidupan. Ketika hikmat Allah diabaikan oleh pemimpin bangsa dan warga masyarakat, kita bisa kehilangan damai sejahtera sebagai tanda kehadiran dan pemeliharaan Allah. Natal mengingatkan kita akan hikmat Allah yang terwujudkan dalam diri Yesus. Natal bukan semata mengenang kelahiran Yesus sebagai bayi diatas palungan, tetapi juga kehidupan Yesus yang penuh hikmat dan dicurahi Roh Kudus. Marilah kita merayakan Natal bukan hanya dengan nyanyian dan pujian saja, tetapi juga dengan upaya konkret untuk hidup dalam hikmat Allah. Perayaan kelahiran Yesus, Sang Juruselamat, menjadi saat dan kesempatan untuk memahami hakikat HAM secara baik dan benar”.

            Permenungan hari kedua bersama Rm. Markus. Permenungan hari kedua ini, Rm. Markus kembali menegaskan dokumen kapitel visi misi SMM Indonesia 2018-2024. Sebagai motfortan sudah seharusnya kita hidup sesuai dengan identitas kita, yang ditanamkan sejak formasi awal dan dihayati seumur hidup. Identitas montfortan yang jelas menjadi benteng yang kuat untuk menghadapi tantangan zaman dalam bentuk individualisme, materialisme, hedonisme dan sikap kompromistis. Identitas montfortan yang kuat membuat hidup dan pelayanan kita memancarkan karisma khas montfortan. Kultur montfortan selain menyatukan kita montfortan Indonesia, yang berasal dari aneka budaya dan bahasa yang berbeda, juga menyatukan kita dengan Serikat secara keseluruhan. Kurang lebih hal demikian yang dibahas Rm. Markus, tetapi lebih mengarah pada konteks para frater yang masih berada dalam formasi. Menarik bahwa dalam menerjemahkan visi misi ini, para frater sangat diperkaya dengan pengalaman Rm. Markus yang sudah bertahun-tahun menjalankan tugas perutusan sebagai imam montfortan. Pengalaman tersebut tentu sangat membantu para frater untuk lebih memahami tugas perutusan sebagai montfortan sejati.

            Permenungan hari ketiga bersama Rm. Lukas. Rm. Lukas membagi apa yang menjadi seruan Apostolik Paus Fransiskus, yaitu lima Jalan Menuju Kekudusan, menurut “Gaudete et Exsultate” mengenai Kekudusan Dalam Dunia Modern. Secara ringkas dikatakan bahwa: pertama, kekudusan berarti menjadi diri Anda sendiri. Paus Fransiskus menawarkan kepada kita banyak contoh kehidupan suci dalam seluruh dokumen ini seperti: St. Theresia dari Lisieux, Karmelit yang menemukan kekudusan dalam melakukan tugas-tugas kecil. Kedua, Kehidupan sehari-hari dapat memimpin kita kepada kekudusan. Paus Fransiskus menegaskan setiap orang dipanggil untuk menjadi orang suci – sebagaimana dikatakan Konsili Vatikan II – entah sebagai seorang ibu atau ayah, seorang siswa atau seorang pengacara, seorang guru atau petugas kebersihan.

            Ketiga, menghindari dua kecenderungan utama: Gnostisisme dan Pelagianisme. Dalam sejarah Gereja, Gnostisisme adalah ajaran sesat yang mengatakan bahwa yang paling penting adalah “apa yang kita ketahui”. Hal kedua yang harus dihindari adalah Pelagianisme. Pelagianisme adalah paham yang mengatakan bahwa kita dapat mencapai keselamatan melalui upaya kita sendiri. Keempat, bersikap baik. Dalam “Gaudete et Exsulatate”, Paus memberikan nasihat praktis bagi umat zaman modern untuk menjalani kehidupan menuju kepada kekudusan. Kelima, Ucapan Bahagia adalah penunjuk jalan menuju kekudusan. Kekudusan menjadi pusat dari seruan apostolik ini. Kekudusan itu bukan sekadar apa yang dimaksudkan Yesus melalui pewartaanNya, melainkan kekudusan adalah potret Tuhan Yesus sendiri.

Acara Tutup Tahun

            Acara malam tutup tahun cukup ramai. Para frater memeriahkan acara tutup tahun ini dengan acara panggung yang mulai jam 08-10.30 malam. Acara ini juga diikuti beberapa mahasiswa yang dari Flores yang beberapa di antaranya keluarga dan kenalan para frater. Setelah acara panggung selesai, sambil menanti moment pergantian tahun, semua romo, frater, dan beberapa mahasiswa yang mengadakan adorasi tutup tahun yang dipimpin oleh Rm. Markus. Setelah adorasi, kami menanti detik-detik pergantian tahun itu di lapangan volly. Dan ketika tiba saatnya waktu yang dinantikan itu, komunitas ponsa tidak menyambutnya dengan kembang api. Kami menyambut tahun baru ini dengan api ungun dan suara terompet. Sanggat menarik. Selanjutnya kami mengisi waktu kebersamaan itu dengan jai bersama yang dipimpin Rm. Jhon dan teman-teman frater. Sementara itu Fr. Us dan kawan-kawan mengisi kebersamaan itu dengan bermain kartu.@@@

 

Updated: 20/05/2019 — 11:52

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SERIKAT MARIA MONTFORTAN-INDONESIA 2019 Frontier Theme