MONTFORTAN INDONESIA

Kawanan Kecil yang Berziarah dalam semangat Santo Montfort, untuk Membaharui Iman Kristiani dan Menjadi Berkat bagi Dunia

Pekan Studi dan Kreasi Komunitas Aspiran Labuan Bajo

 

 

        

 Pekan Studi dan Kreasi

Komunitas Aspiran Labuan Bajo

 

Fr. Yulius Rabang

 

Salam jumpa para Pastor, Frater dan Bruder sekalian. Izinkan saya kali ini mewakili rekan-rekan saya sekomunitas (terutama aspiran angkatan V) berbagi tentang kehidupan kami bersama di Labuan Bajo selama bulan November ini. Ada banyak kisah tentang kehidupan kami bersama yang sebenarnya bisa dibagikan di sini, tetapi saya hanya ingin berbagi momen istimewa sepekan yang telah kami lewati. Kami semua bersukacita karena boleh menyelenggarakan suatu kegiatan yang positif dan berguna bagi kami para aspiran. Kami menyebut kegiatan ini sebagai ‘Pekan studi dan kreasi komunitas aspiran’. Mengapa disebut “studi bersama” karena kegiatan ini mewajibkan kami untuk berpikir, berdiskusi dan mencari solusi bersama atas tema yang telah ditentukan. Pada saat pembukaan pekan studi dan kreasi, Pater Jeje sebagai rektor kami dalam sambutannya mengatakan bahwa pekan studi dan seni  ini merupakan kesempatan untuk menyadari anugerah akal budi dan talenta yang telah diberikan Tuhan. Anugerah itu disyukuri antara lain dengan mengungkapkannya melalui hal-hal yang positif dan berguna untuk kehidupan banyak orang. Monfortan masa depan tak lain adalah mereka yang secara kreatif menggunakan kemampuan akal budi dan talentanya untuk kebahagiaan dan kebaikan banyak orang. Ungkapan singkat Pater Jeje ini memotivasi kami untuk sejak dini mulai ikut memikirkan tentang apa yang dibutuhkan Gereja dan dunia di masa depan.

 Kesempatan pertama pekan studi kami mulai dengan pembahasan yang seru berkaitan dengan tema tentang aborsi. Pada kesempatan berikut kami membahas tentang pornografi dan yang terakhir tentang euthanasia. Untuk sebagian besar kami, tema-tema ini bukanlah tema baru. Paling tidak kami pernah mendengarnya. Namun baru kali ini kami secara serius dan mendalam mendiskusikannya. Tatkala kami mulai mendalami dan masuk ke dalam diskusi, kami menyadari bahwa ternyata isu-isu ini menjadi isu yang aktual dan relevan untuk saat ini. Bahkan kami ikut memikirkan peran dan kehadiran kami sebagai calon pemimpin umat masa depan. Paling tidak kami sampai pada kesadaran bahwa dunia sedang mengalami kemerosotan-kemerosotan moral. Kehadiran Gereja sedikitnya masih tetap diharapkan dan bahkan ia harus senantiasa berada di garis depan untuk mempromosikan nilai-nilai moral kepada manusia dari generasi ke generasi.

Pekan studi dan kreasi bersama ini ditutup dengan pementasan seni dan kreasi yang juga melibatkan seluruh anggota komunitas aspiran Labuan Bajo. Pentas seni dan kreasi ini lebih merupakan upaya kami untuk merefleksikan secara berbeda apa yang telah kami dalami bersama dalam tiga kali kesempatan diskusi kami sebelumnya. Ini bukan sebuah tugas yang sederhana. Kami jarang tampil di atas panggung. Bahkan ada yang belum pernah tampil di atas panggung. Meskipun demikian tidak satupun dari antara kami yang merasa terisolasi dengan adanya keadaaan seperti itu. Berasal dari kampung halaman berbeda, sekolah yang berbeda dan tentu saja perbedaan karakter tidak menyulutkan semangat kami untuk menampilkan yang terbaik. Bagi sebagian besar teman-teman angkatan kami, ini merupakan saat pertama mereka menyadari bahwa Tuhan ternyata telah menganugerahinya bakat dan kemampuan yang menakjubkan.  Semoga ini menjadi awal yang baik bagi kami untuk seterusnya bisa semakin mengasah bakat dan kemampuan. @@@

Updated: 02/04/2019 — 12:23

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SERIKAT MARIA MONTFORTAN-INDONESIA 2019 Frontier Theme