MONTFORTAN INDONESIA

Kawanan Kecil yang Berziarah dalam semangat Santo Montfort, untuk Membaharui Iman Kristiani dan Menjadi Berkat bagi Dunia

Visi Misi SMM Indonesia

Buah Sulung dari Malang

 

  

 BUAH SULUNG DARI MALANG

 

 

Sejak kedatangan SMM pada 14 tahun yang lalu di kota Malang, pada hari Kamis, 22 Agustus 2018 lahir seorang putra Keuskupan Malang pertama sebagai seorang Montfortan, ia adalah Rm. Albertus Arif, SMM. Romo Albertus Arif (selanjutnya Rm. Arif) berasal dari paroki Annunciata Lodalem keuskupan Malang, menerima rahmat tabisan imamat oleh yang mulia Mgr. Hendricus Pidyarto Gunawan, O.Carm, uskup Malang. Upacara pentabisan imam baru ini diadakan di Gereja Katedral Santa Maria dari Gunung Karmel Malang, perayaan ekaristi dimulai pada pukul 16.30 WIB. Dalam peristiwa berahmat ini ditabiskan pula dua imam diosesan keuskupan Malang, mereka adalah Diakon Yusuf Dimas Caeserio, Pr dan Diakon Alponsus Zeno Kurniawan, Pr, serta seorang Diakon konggregasi CDD (Congregatio Discipulorum Domini) Ia adalah Diakon Bernardus Budianto, CDD.

Dalam homilinya Mgr. Hendricus Pidyarto Gunawan, O. Carm menekankan arti kata ‘gembala’. Istilah gembala ini akrab dikalangan para peternak. Bapak Uskup meminta para imam yang akan tabiskan “bagaimana menjadi seorang gembala yang baik.” Contoh gembala yang baik menurut Bapak Uskup ialah Yesus sendiri yang telah menyerahkan nyawanya untuk domba-domba-Nya. Para imam yang akan ditabiskan diminta juga oleh Bapa uskup untuk selalu mengenal domba-domba mereka. Harus sampai kepada apa yang disebut oleh Paus Fransiskus menjadi gembala berbau domba.

 “Sebagai buah sulung dari Keuskupan Malang Rm. Arif ditempatkan di paroki Bintang Samudra Situbondo Keuskupan Malang sebagai pastor rekan untuk masa waktu lima bulan dan selanjutnya tergantung Mgr. Hendricus Pidyarto Gunawan, O. Carm.” Demikian ungkap Rm. Antonius Tensi, SMM selaku Provinsial SMM Indonesia. Pada kesempatan yang sama Bapa uskup juga mengatakan, “Karena saya terus meminta kepada SMM maka mereka memberikan imam untuk mengambil bagian dalam tugas perutusan di paroki-paroki di keuskupan Malang.”

Upacara tabisan ini memakan waktu dua jam lebih, upacara berjalan dengan lancar. Antusiasme umat begitu besar dalam menanggapi peristiwa berahmat ini. Hal ini dilihat dari kehadiran mereka pada saat itu, gereja terisi penuh sebagian umat menempati tempat dibagian luar gereja. Semua ini merupakan wujud dukungan dan kecintaan mereka terhadap keempat imam tertabis. Seusuai parayaan ekaristi, masing-masing imam tertabis menyelenggarakan acara resepsi ditempat yang berbeda-beda.

 

Sambutan Persaudaraan

Sambutan dengan nuansa persaudaraan terasa kental, ketika beberapa jam setelah perayaan ekaristi selesai. Kehadiran para konfrater komunitas Pondok Kebijaksanaan yang begitu semangat dan antusias menyambut Rm. Arif dengan tarian daerah Bajawa, yaitu tarian Ja’i. Tarian ini dipimpin oleh salah seorang putra berasal dari Bajawa Fr. Us Dopo, lenturan dan lekukan tubuh para penari membawa Susana tersendiri bagi para undangan yang hadir di Ponsa. Barisan penari ini diperkuat oleh beberapa Romo (Rm. Charles, Rm. Anar, Rm. Fidel) dan beberapa frater dari tingkat IV. Terlihat pancaran kegembiraan dari raut wajah Rm. Arif yang didampingi oleh kedua orang tuanya.

Imam baru diarak dengan tarian Ja’i sampai di depan pintu masuk, di situ Fr. Gusti telah siap dengan asistenya untuk menerima Rm. Arif secara adat Manggarai, melalui acara Kepok. Menarik untuk menyimak acara demi acara yang dipersembahkan oleh para konfrater di komunitas Ponsa. Disinilah nuansa kehadiran sebagai saudara terasa, disinilah nampak ciri corak kita sebagai Montfortan yang mengedepankan corak hidup berkomunitas. Ketika ada rasa saling mendukung dan saling menguatkan sesama konfrater.

Acara resepsi sederhana diadakan di halaman S2. Dengan segala bakat dan kemampuan terbaiknya para frater menampilkan acara-acara mereka. Dalam kata sambutan Rm. Arif mengungkapkan rasa kegembiraannya atas rahmat berharga ini. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada para konfrater di komunitas Ponsa, para keluarga, donatur dan semua yang telah mendukungnya dalam menjawabi panggilan Tuhan ini. Upacara ramah tama bersama diakhiri dengan penumpangan tangan oleh imam baru kepada tamu undangan dan para frater.

 

Misa Perdana

Pada hari Sabtu, 25 Agustus 2018 Romo Arif mempersembahkan misa perdana di komunitas Ponsa. Dalam homilinya Rm. Arif menceritakan pergulatan panggilannya selama menjadi seorang Montfortan. Kadangkala ia mengalami banyak rintangan dalam menjalani masa formasi di novisiat maupun di sekolastikat. Kadangkalah ia mendapat tantangan dari dalam dirinya ketika melihat beberapa temanya keluar dari novisiat. Kadang muncul pertanyaan dari teman-temannya dan juga dari dalam hatinya seperti pertanyaan Yesus kepada Petrus “Tidakkah kamu pergi juga.” Berkat rahmat Tuhan Rm. Arif mampu melewati semuanya itu dengan iman yang teguh. Maka dalam refleksinya Rm. Arif mengambil moto tabisan imamatnya “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranya, semuanya itu akan ditambahkan bagimu.” (Matius 6:33).

Dalam kesempatan ini juga Rm. Anton sebagai Propinsial SMM Indonesia menyampaikan permohonan maaf kepada Rm. Arif karena tidak berkesempatan hadir dalam misa perdananya di Lodalem. Kemudian pada tanggal 27 Agustus 2018 para frater tingkat III, S2 dan formator mengikuti misa perdana Romo Arif di Lodalem. Akhirnya selamat dan profisiat kepada Rm. Albertus Arif, SMM atas rahmat tabisan yang telah diterima. Semoga Tuhan dan Bunda-Nya serta Santo Monfort senantiasa mendoakan Rm. Arif dalam menjalani tugas perutusan di tempat yang baru. Semoga senantiasa menjadi gembala yang baik bagi domba-domba ditempat pengembalaanmu yang baru. (Fr. Patris, SMM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SERIKAT MARIA MONTFORTAN-INDONESIA 2018 Frontier Theme