MONTFORTAN INDONESIA

Kawanan Kecil yang Berziarah dalam semangat Santo Montfort, untuk Membaharui Iman Kristiani dan Menjadi Berkat bagi Dunia

Tahbisan

Kaul Kekal dan Tahbisan Diakon

 “Jangan takut kawanan kecil”.  Pesan itu menjadi amanat yang selalu didengungkan oleh St. Montfort, pendiri Serikat Maria Montfortan (SMM) bagi para pengikutnya. Baginya, orang-orang yang akan mengikutinya selalu merupakan “kawanan kecil”. Pada saat Montfort hidup, kata ‘kecil’ barangkali merujuk kepada ‘jumlah’ karena memang pengikut St. Montfort saat itu sungguh-sungguh sed11885270_10204669771693494_95248492316508542_nikit. Namun, “kecil” bisa juga sebuah metafor untuk “tidak dianggap”. Artinya, pengikut St. Montfort mungkin dalam perutusannya terkadang menjadi orang yang tidak terlalu dianggap atau tidak diperhitungkan di mata dunia. Untuk itu Montfort memberi peneguhan “Jangan takut”. Sebab, Yesus sang Guru kita juga dianggap kecil oleh penguasa, namun kita tahu Yesus yang dianggap kecil itu, justru menjadi tumpuan harapan khususnya orang sakit, orang yang kehilangan harapan, orang yang tertindas. Maka, kecil-nya Montfortan harus menjadi seperti Yesus yang dianggap kecil namun menjadi sumber harapan dan tumpuan, atau harus menjadi seperti biji yang kecil kemudian tumbuh lalu mengeluarkan cabang dan banyak burung bersarang disitu. 

Inti terdalam pesan itu rupanya dipahami dengan sungguh oleh kedua konfrater kami, Fr. Laurensius Gafur, SMM dan Fr. Rikardus Nsalu, SMM yang mengikrarkan kaul kekal dalam Serikat Maria Montfortan pada tanggal 15 Agustus yang lalu. Dari segi jumlah, mereka sungguh-sungguh sedikit (kecil). Mereka hanyalah dua kawanan. Tetapi mereka sungguh-sungguh berani mengambil keputusan penting untuk mengabdikan diri bagi Gereja demi kemuliaan Allah semata. Dalam kekecilannya mereka ingin menjadi tumpuan harapan banyak umat. Maka, di hadapan Provinsial SMM Indonesia, P. Kasimirus Jumat, SMM dan di hadapan para umat yang hadir di kapela Seminari Montfort Pondok Kebijaksanaan, mereka berdua secara lantang dan dengan keberanian total mengikrarkan kaul kekal.

Bagi mereka, jumlahnya yang kecil tidak menyiutkan nyali untuk mengambil langkah raksasa guna mengabdikan diri bagi pelayanan cinta kasih. Mereka yakin bahwa Bapa di Surga tahu apa yang mereka butuhkan dalam hidup ini. Karena itulah mereka tidak takut meskipun jumlah mereka hanyalah sedikit. Amanat Yesus bagi para murid-Nya” Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil!… (Luk.12: 32)” menjadi kekuatan dan pijakan dasar iman mereka dalam mengambil keputusan yang besar itu. Sebagai wujud dan bukti keyakinannya, mereka menjadikan amanat Yesus itu sebagai tema perayaan pengikraran kaul kekal.

Keesokan harinya, 16 Agustus, kedua frater yang berkaul kekal itu ditahbiskan menjadi diakon. Mereka di tahbiskan oleh Mgr. Silvester San, Uskup Denpasar. Dalam homilinya, Bapak Uskup mengingatkan agar mereka sungguh-sungguh menghayati dan menjalankan tugas pelayanan mereka sebagai diakon. Beliau mengingatkan bahwa teladan sikap dan kesetiaan untuk mengahayati hidup panggilan yang telah dipilih menjadi agen promosi yang ampuh pada zaman ini teristimewa di tengah menurunnya tanggapan kaum muda akan panggilan Allah untuk bekerja di kebun anggur-Nya.

Selanjutnya, kedua diakon baru itu diutus ke tempat perutusan yang baru guna menjalani masa diakonatnya masing-masing. Diakon Lorens, SMM diutus ke Seminari Menengah Pius XII Kisol, Keuskupan Ruteng; sedangkan Diakon Rikar, SMM diutus ke Paroki  Antonius Padua, Mendalam, Keuskupan Sintang, Kalimantan Barat.

Updated: 27/04/2018 — 14:39

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SERIKAT MARIA MONTFORTAN INDONESIA 2019 Frontier Theme
Chat us